Sabtu, 05 Juni 2010

Penjinak Monster (Oleh: Irfan Aulia, Psikolog AJI Pusat)

Di Palembang, saat mengisi sesi awal parenting aktivasi otak tengah, seorang ibu bercerita mengenai dua anaknya yang hari ini ikut pelatihan aktivasi otak tengah. salah satu dari kedua anak itu bernama dhiya, diantara sekian banyak cerita ibu tersebut adalah bagaimana anaknya begitu menikmati bermain psp. Sebuah alat permainan rumah sejenis dengan dulu pada zaman saya playstation, atau sega. Nah kalau sudah bermain di rumah, pokoknya semua hal lupa, asyik sekali dengan permainan itu.
Waktu itu kita sedang membahas bahwa anak paska aktivasi dari pengamatan kami akan lebih tinggi kemampuannya dalam menyerap informasi, sehingga setiap orang tua perlu memperhatikan dengan seksama informasi apa yang masuk ke dalam otak anak. Nah bunda dhiya pun bercerita mengenai keasyikan anaknya bermain psp, sambil bertanya bagaimana menyikapinya. Lalu penulis pun menjawab bu, sebaiknya ibu memberikan kegiatan pengganti seperti berolahraga bareng dengan ayah dan bunda. Misalnya bisa berolah raga naik sepeda keliling atau berjalan kaki bersama ayah bunda. Penulis lalu menceritakan pengalaman penulis waktu kecil, berjalan – jalan bersama ayah dari satu tempat ke tempat lainnya. Hal ini menjadikan penulis waktu kecil tersalurkan energinya melalui aktivitas olahraga yang menyehatkan badan dan pikiran. Penulis menceritakan kepada bunda dhiya bahwa anak membutuhkan saluran untuk menyalurkan energi yang ia miliki, bila ia tidak mendapatkannya lewat kegiatan yang lain maka ia lebih memilih bermain video game untuk menyalurkan energinya. Mengapa? Karena video game kalau kita cermati dengan kacamata komunikasi otak membuat semua saluran indra anak bekerja misalnya mereka mendapatkan pemuas indra visual dengan kecanggihan grafik visual, mereka mendapatkan pemuas indra auditori dengan kecanggihan suara, dan mereka mendapatkan pemuas kinestetik dengan kecanggihan skenario yang diberikan oleh video game. Video game yang sekarang dijual sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat sehingga banyak yang menyajikan skenario yang menantang pemainnya.
Nah kalau kita ingin membuat anak menikmati sesuatu yang lebih positif maka kita harus memberikan alternative kegiatan yang dapat memuaskan seluruh indra anak sehingga anak dapat terpuaskan. Untuk itu kita bisa menyusun kegiatan seperti berenang dan olahraga yang dikemas dengan apik untuk dapat memuaskan anak.naek kereta api tut..tut2
Kemudian di hari kedua, ayah bunda dhiya bercerita, bahwa sepulang pelatihan aktivasi otak tengah , dhiya sangat senang bahkan gembira melewati hari itu. Hal ini tentu memuaskan ayah bunda dhiya. Hal lain yang membuat bunda dhiya senang adalah anaknya mudah untuk bangun sholat subuh. Jadi ketika bangun pagi yang biasanya lebih susah bangun, pagi ini dhiya mudah sekali untuk bangun dan ketika diantar bunda untuk ke masjid sholat bersama ayah, dhiya pun menurut. Hanya saja saat mau masuk pelatihan aktivasi otak tengah hari kedua, dhiya malas dan tidak mau berangkat. Dhiya mau main psp. Bunda dhiya pun gak kalah akal, ia bercerita ke dhiya sayang kalau gak ikut, kan sekarang hari terakhir, dhiya bisa senang –senang dengan teman –teman sekaligus perpisahan. Dhiya masih malas untuk ikut, hingga bunda dhiya pun terpaksa mendorong dhiya untuk ikut pelatihan aktivasi otak tengah di hari kedua. Makanya ketika pagi hari kedua, bunda dhiya bertemu penulis, beliau langsung bercerita tentang kejadian dhiya pagi ini. Penulis pun khusyuk mendengarkan cerita dhiya.
Di dalam kelas penulis melihat dhiya nampak asyik bermain bersama tim trainer. Saat sesi menari, dhiya pun asyik berjoget, saat sesi yang lain pun, dhiya antusias mengikutinya. Nah di satu kesempatan penulis bertanya kepada dhiya,”dhiya punya hobi apa?”, “main psp”,jawab dhiya. “Main apa?”, balas saya.  “Main penjinak monster”. Dari jawaban dhiya, penulis jadi punya jawaban oh permainan ini lah yang menarik hati dhiya sehingga begitu khusyuk dan asyik main video game. Nah penulis pun mencoba untuk menggunakan apa yang dhiya suka untuk membangun keakraban dengan dhiya. Jadi di sesi berikutnya, penulis mengatakan pada dhiya, “hei penjinak monster”. Mendengar sapaan seperti ini dhiya tersenyum dan tersipu bangga. Melihat dhiya tersenyum dan tersipu bangga, penulis jadi ingat mengenai satu kelas pelatihan terapi yang pernah penulis ikuti mengenai satu aturan menarik  “Accepted”, ya, betul, arti kata ini adalah penerimaan. Di kelas itu fasilitator kelas seringkali menekankan pentingnya kita menerima klien apa adanya dan menemukan keunikan tersebut sekaligus menjadikan keunikan itu sebagai sumber daya bagi klien untuk mencapai tujuan dan perubahan yang lebih baik. Nah ketika bertemu dhiya, saya jadi ingat bahwa dhiya bisa begitu asyik bermain psp tentu karena dia menemukan “dunia”nya didalam permainan itu. Artinya dhiya bukan sekedar memainkan karakter dalam video game, tetapi mungkin merasa menjadi karakter yang sedang bermain tersebut. Sehingga wajar bila bunda dhiya menjadi sulit untuk mengalihkan perhatian dhiya saat dhiya sedang asyik bermain video game.
Nah dari pengalaman ini penulis mendapatkan berpikir, setelah penulis pulang ke Jakarta, bahwa alih-alih sebagai orang tua kita pusing menghadapi anak yang keasyikan main video game, justru lebih baik orang tua memanfaatkan hal itu sebagai cara untuk berinteraksi dan mengarahkan anak. Sebagai contoh pada kasus dhiya, setelah kita gali apa sih yang membuat dhiya asyik bermain video game dan kita temukan dhiya merasa asyik bermain penjinak monster. Maka ayah bunda dhiya bisa memakai sapaan ini kepada dhiya, “hei penjinak monster”. Nah saat sapaan ini disampaikan kepada dhiya, ayah bunda sudah membangun kesan baik. Kesan baik inilah yang bisa dipakai ayah bunda untuk menanamkan atau bahkan mengajak dhiya melakukan aktivitas lain yang lebih punya efek positif. Misalnya ayah bunda bisa mengatakan “yuk penjinak monster hari ini kita berkeliling naik sepeda, menemukan tantangan baru di luar”. Nah saat ayah bunda berkeliling naik sepeda bersama dhiya, tentu saja hal itu dapat dimanfaatkan untuk lebih akrab dengan dhiya dan menggali apa sih kemauan, minat, bakat, dan kecenderungan anak. Jadi saat anak meningkat keterampilan dan kemampuannya paska aktivasi otak tengah, tentu saja orang tua juga harus mengimbangi dengan terus meningkatkan kapasitas diri
Source : Irfan Aulia- psikolog AJI

Melihat dengan indera lain (AOT Angkatan I AJI Palembang)

Aktifnya otak tengah akan memudahkan anak memiliki akses yang baik ke otak kiri dan kanannya. Anak-anak usia 5-13 tahun akan mampu belajar membaca dan menghapal benda-benda dengan kecepatan tinggi, meningkatkan daya ingat, dan optimalisasi indra. Hal ini dipelajari dalam simulasi aktivasi otak tengah yang diselenggarakan Anak Jenius Indonesia (AJI) di Meeting Hall Rumah Makan (RM) Sri Melayu, kemarin (30/5).
      Drs Ridwan, salah satu owner AJI di Palembang mengatakan simulasi ini untuk meningkatkan kepekaan anak terhadap informasi dan mampu meresponnya dengan baik. Contohnya, adalah kemampuan anak untuk melihat sesuatu benda dengan mata tertutup.  
      “Dengan mata tertutup, anak-anak dapat mewarnai gambar tanpa keluar garis, bisa membaca dan mengenali huruf, melihat warna dengan bantuan kulit, penciuman dan pendengaran. Bahkan bisa mengendarai sepeda dengan mata tertutup,”ujar Ridwan didampingi owner lainnya, Ikbal.
      Tentu saja, kemampuan ini didapat dengan latihan mengoptimalkan aktivasi otak tengah. Medianya menggunakan teknologi komputer, gelombang audio, pendekatan dan motivasi. “Manfaat aktivasi otak tengah ini adalah bisa meningkatkan konsentrasi, daya ingat, kreativitas, emosi bisa terkendali dan kemapuan belajar meningkat,”tukasnya.
      Ustaz H Yuswar Hidayatullah, salah satu peserta, berharap simulasi ini dapat meningkatkan konsentrasi belajar anaknya. “Saya lihat, simulasi ini dengan pancaindra lain, supaya anak saya Abduh (13), kelas 1 SMP bisa lebih fokus lagi dalam belajar,”ujar anggota Komisi III DPRD Provinsi Sumsel dari PKS ini.(mg41)

Senin, 31 Mei 2010

Otak Tengah Fenomena Karunia Allah yg patut disyukuri (Oleh: Febriansyah, Trainer AOT AJI)

Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman saya menjadi trainer aktivasi otak tengah dari Anak Jenius Indonesia (AJI).....

Otak kita merupakan satu nikmat dari sekian banyak nikmat pemberian Allah yg sangat luar biasa utk dsyukuri. menurut Head Strong, Tonny Buzan setidaknya otak kita memiliki 1.000.000.000.000 neuron yg berjarak dengan satu sarafnya 10,08 Km yang kalau diurai panjangnya mencapai jumlah atom se-Jagad raya (Subhanallahu...) karenanya riset semakin membuktikan bahwa kreatifitas dan ingatan manusia adalah tanpa batas. Rogger Sperry mengatakan, "Otak manusia terdiri dari dua belahan otak kiri dan otak kanan yang fungsinya berbeda.". Otak kiri lebih dominan menekankan kata-kata, logika, angka, matematika, dan urutan sedang otak tengah menekankan rasa, seni, musik, gambar, imajinasi,dll. sebagain besar kita hanya mengetahui bahwa hanya ada otak kiri dan otak kanan, padahal komposisi anatomi otak tidaklah sesederhana itu.

berdasarkan research ilmiah ada penemuan terbaru, yaitu tentang Otak Tengah (mid brain) atau bagian tengah otak, yang terdiri dari bagian corpuss callosum, atas cerebellum, tepatnya medulla & pons sebagai pangkal batang otak dan sebagian thalamus yang menjadi penghubung/jembatan (Golden Bridge) antara otak kiri dan otak kanan. pada prinsipnya kerja otak tengah ini adalah menyeimbangkan antara fungsi otak kiri dan otak kanan. Sebenarnya semenjak kita lahir otak tengah ini sudah dlm kondisi aktif (switch on) beberapa fenomena faktanya: seorang bayi yg belum mampu melihat dg baik atau bahkan matanya masih tertutup rapat dapat mengenali mana ibunya dg tepat hnya dengan indera penciuman (hidung) dan peraba (kulit), karenanya wajar ketika bayi menangis dan ibunya masuk ke kamar bayi tsb diam atau ketika digendone dg orang lain dia akan tetap menangis tetapi ketika ibunya yg menggendong ia merasakan kulit ibunya dan diam, ada juga fenomena orang yg tidur bisa berjalan ke dapur hanya utk minum atau ke toilet utk BAK masih dlm kondisi mata tertutup (mungkin dulu kita pernah melakukannya) dan kemudian kembali lagi ke kamar tidur itu juga salah satu fenomena kerja otak tengah dengan mengoptimalkan fungsi indera yg lain selain mata.

sayangnya, sistem pendidikan kita sampai tahun 90-an masih menitikberatkan pada kkerja otak kiri saja, baru diakhir tahun 90-an orang mulai ramai membicarakan tentang otak kanan. itu semua yg membuat otak tengah kita tertidur karena tidak di fungsikan oleh sebagian besar orang. itulah juga yg menjadi dasar penamaan proses dengan istilah aktivasi atau pengaktifan kembali. tidak bisa dipungkiri mata adalah panca indera yg lebih dominan kita gunakan dbanding yg lain. contoh: kita tau rasa makanan pedas hanya dari melihat warnanya yang merah (fungsi lidah sbg indera perasa diambil alih oleh mata dg penglihatan) atau ketika kita minum jamu mencium baunya kita sudah tahu kalo rasanya pahit (fungsi lidah diambil alih oleh hidung) kesimpulannya, sesungguhnya kita bisa mengganti kerja panca indera kita dengan cara melatih meminimalisir indera dominan, yaitu mata dan melatih kepekaan indera yg lain dengan penciuman, pendengaran, perasa, peraba.

nah, kaitannya dgn otak tengah adalah. karena otak tengah sebagai jembatan penghubung antara otak kiri dan otak kanan dapat menyeimbangkan fungsi dari keduanya, selain itu aktivasi otak tengah ini merangsang pertumbuhan sel serabut saraf (tinggal dmana serabut itu tumbuh disekitar indera kita sehingga menjadi optimal), proses mengaktifkan sensor inderawi, memperbesar dan memperlancar penerimaan (receiving) data ke otak. proses aktivasi dengan menggunakan teknologi komputer yg teruji ilmiah, pendekatan NLP dan motivasi dengan pancaran gelombang audio sound sesuai dg frekuensinya.

manfaat dari aktivasi otak tengah ini adalah peningkatan daya ingat, konsentrasi belajar, kreatifitas bertambah, membantu kerja kinestetik, keseimbangan hormonal, kestabilan emosi, membantu anak yang lemah dan hiperaktif, anak menjadi lebih rileks, rasa kepekaan semakin kuat, tanda hasil dari aktivasi otak tengah adalah "blind fold reading". beberapa blind fold reading: bisa melihat dengan mata tertutup, mewarnai, menggambar, menebak warna, gambar, angka, mengenali gelombang tubuh, bersepeda dg mata tertutup, membaca,dll. sebagian besar indikator ini memang menunjukkan cara meminimalisir peran indera dominan (mata) dan mengoptimalkan indera yg lain.

sampai saat ini baru ditemukan formulasi aktivasi otak tengah untuk anak-anak bersusia antara 5-14 tahun (ideal). pertanyaannya apakah orang dewasa tidak bisa? bisa saja tapi sedikit sulit dan rumit karena sudah banyak data dan informasi yang masuk keotaknya melalui kiriman panca indera. buktinya sebagian besar Trainer Aktivasi Otak tengah Anak Jenius indonesia (AOT AJI) pusat/ jakarta bisa teraktivasi, beberapa trainer AOT AJI di cabang daerah sluruh indonesia ada yg teraktivasi bahkan untuk Trainer AOT AJI Cab. Palembang saya salah satu trainer yang teraktivasi dengan blind fold indicator. awalnya ketika menjadi trainer utama pd AOT AJI angkatan pertama kemarin saya merasa gelisah ada sesuatu yg akan melukai anak2 ketika sedang ikut latihan, setelah mondar-mandir di ruangan akhirnya saya menemukan sebuah paku payung dlm kondisi terbuka keatas kejadian ini sama persis dengan Bu Marte (Master Trainer AJI Pusat) yg mendapati seorang anak membawa alat reccording di dalam sakunya ketika mengikuti Training AOT angkatan ke-3 di Jakarta (ternyata anak itu disuruh orang tuanya utk menduplikasi teknik dan gelombang soun yg dgunakan AJI karena ortunya jg salah satu pemilik lembaga aktivasi otak tengah)...Wallahua'lam bisshowab....kemarin jg sempat saya diskusikan dengan trainer AJI pusat yg mendampingi di palembang setelah di coba ulang, saya bisa memisahkan bola sesuai warnanya dengan mata tertutup (Indera saya yg lbh optimal adalah penciuman dan pendengaran dengan mengenali gelombang warna dan bentuk benda itu).

semoga visi mulia AJI "ikut mencerdaskan anak bangsa" bisa berjalan lancar. sekali lagi saya tekankan bahwa yang paling penting adalah manfaat dari aktivasi otak tengah ini bukan blind fold indicatornya karena itu semua adalah indikator saja yg membuktikan bahwa otak tengah kita sudah aktif (panca indera menjadi lebih peka) dan sesungguhnya itu adalah bukti bahwa otak kita ini adalah alat yang sangat luar biasa, lebih canggih dari prosessor komputer modern saat ini. dan itu semua adalah KARUNIA ALLAH swt YANG PATUT KITA SYUKURI...

Wallahua'lam bisshowab

Salam Anak Jenius

* Penulis adalah Trainer Utama Aktivasi Otak Tengah utk AJI Palembang

Minggu, 16 Mei 2010

Super Team

Dalam berjuang, faktor kebersamaan adalah kata kunci sukses. Berpegang teguhlah dalam kebersamaan, jangan bercerai berai. Hal tersebut menunjukkan bahwa lawan dari kebersamaan adalah perpecahan.
Ada 10 karakteristik yang diperlukan oleh tim, yaitu agar secara efektif tim dapat menghasilkan kinerja secara luar biasa dan cepat mencapai tujuan yang diharapkan.

1. PRINSIP, TUJUAN DAN SASARAN
Tim efektif sangat dipengaruhi adanya prinsip (value), tujuan dan sasaran yang jelas, sehingga secara sadar anggota tim disatukan oleh kebersamaan misi dan membangun komitmen bersama. Semua anggota tim mengerti dan menyetujui tujuan dan sasaran tim dan mau bekerja sama untuk memenuhi hal tersebut. Lembaga atau tim yang telah memiliki visi dan misi yang jelas akan lebih baik dan lebih terarah dalam menggerakkan modal dan energinya. Perencanaan dan pandangan ke depan yang mantap dan misi yang diketahui oleh seluruh personel dengan baik (searhing of vision ), akan secara luar biasa membawa perubahan tim. Sehingga semua bekerja dengan lebih sinergi untuk menuju tujuan yang jelas dan semua akan bekerja untuk merealisasi tujuan (MBO- management by objective). Buatlah tujuan kelompok dan program kelompok.
Untuk chek list tim anda: Sudahkah mempunyai tujuan yang spesifik dan diketahui oleh semua anggota tim, apakah misi didokumentasikan, sehingga siapapun yang baru bergabung dapat dengan cepat mengetahui arah kerja tim.

2. KETERBUKAAN DAN KONFRONTASI
Tim efektif sangat dipengaruhi adanya keterbukaan dan saling mempercayai antar anggota tim. Semua anggota mendapatkan informasi yang sama dari akses yang sama pula, serta dapat berkomunikasi dengan lancar dan jelas. Anggota tim bebas untuk mengeluarkan ide – idenya. Eksperimen dan kreativitas selalu digiatkan, anggota lainnya wajib untuk menolong anggota bersangkutan, jika memang ide tersebut logis dan berguna sewajarnya diterima.
Ciri kelemahan aspek ini terlihat: Banyak orang cerdas dan mempunyai gagasan cemerlang, tetapi mati dan tidak dapat menyalurkan gagasannya dengan baik, karena ide tidak dinilai dengan fair. Orang tidak berani mengatakan tentang apa yang sesungguhnya ada dalam isi hati dan fikirannya. Sering dalam kelompok informasi penting hanya dimiliki sekelompok orang tertentu. Orang tidak dapat mendeteksi perbedaan pendapat, tetapi hanya melihat pekerjaan tidak lancar. Usulan tidak segera mendapatkan umpan balik yang proposional. Banyak orang bicara dibelakang meja

3. DUKUNGAN DAN KEPERCAYAAN
Tim efektif sangat dipengaruhi adanya dukungan dan kepercayaan antar seluruh anggota tim dengan baik. Pemimpin tidak akan dapat menyelesaikan program dan kegiatan sendiri, oleh karena itu dukungan dan kepercayaan angota tim sangat diperlukan. Orang akan memberi dukungan jika ada kepercayaan atau kredibilitas yang baik. Pilihlah pemimpin yang paling lemah diantara kamu, lalu berilah dukungan, loyalitas dan komitmen bersama , niscaya akan sukses. Bila ada ide yang perlu didukung, maka berikan kesempatan kepada orang lain untuk melakukan pemahaman idenya.
Kelemahan aspek ini menyebabkan: Seringkali bila kelompok pada keadaan sulit, semua bekerja untuk dirinya sendiri, mereka egois. Seringkali mereka menganggap tidak ada masalah dalam kelompok, sehingga tidak perlu diberikan dukungan. Sering terlalu banyak tuduh-menuduh , melempar perkerjaan, lempar tangan sembunyi kaki.

4. KERJASAMA, KOMUNIKASI DAN KONFLIK
Tim efektif sangat dipengaruhi adanya kerjasama, komunikasi dan konflik. Komunikasi adalah link (pengait) antar sesama anggota kelompok, sehingga keberadaannya sangat penting. Kemampuan menggunakan komunikasi yang efektif dengan memanfaatkan sarana komunikasi yang ada. Konflik akan selalu ada dalam kehidupan, yaitu ketika berkumpulnya lebih dari satu orang. Kini bagaimana kita mengelola konflik menjadi sesuatu yang mendatangkan rahmat. Tanpa perbedaan dan konflik, maka kehidupaan tidak akan kontras dan semua yes man!!. Tantangannya, kita harus mampu membuat konflik yang tidak merusak keutuhan tim. Adanya ketidak sepakatan, asymmetry perception dan asymmetry information merupakan awal konflik. Adakah pertikaian pemikiran yang merugikan, merusak dan melelahkan emosi tim. Konflik yang terjadi dapat diselesaikan dengan jalan konsensus, bersifat konstruktif dan menerapkan pendekatan menang–menang (win–win approach).

5. PROSEDUR KERJA DAN KEPUTUSAN YANG LAYAK
Tim akan efektif mencapai tujuan, ketika anggota tim selalu mendukung keputusan, serta menjalankan prosedur dan pengawasan yang dibuat bersama – sama. Dalam tim diperlukan pemahaman peran, tanggung jawab dan keterbatasan otoritas masing – masing. Buatlah prosedur kerja baku (Protap/ SOP) pada pekerjaan rutin dan berulang, yaitu untuk sebuah kepastian prosedur dan mekanisme.
Tim tidak efektif ketika: Keputusan dibuat pada level yang tidak tepat. Keputusan dalam rapat atau kesepakatan bersama tidak dikerjakan sebagaimana mestinya. Ada orang merasa sakit hati karena keputusan yang tidak berkenan dengannya, walapun itu hasil musyawarah bersama. Orang bekerja tidak sepenuh hati.

6. KEPEMIMPINAN YANG LAYAK (al qiyadah al ahliyah wa kamiyah).
Kepemimpinan diri (personal leadership) adalah yang lebih utama, dibanding menuntut pemimpin formal yang qualified (al ahliyah) dalam kelompok. Tim perlu menyediakan pemimpin yang dilandasi prinsip yang kuat (principle center leadership) dan mencukupi kebutuhan (kamiyah).
Anggota tim perlu saling berbagi peran dalam kepemimpinan. Kepemimpinan tim disetiap fase dan proyek hendaknya didelegasikan kepada anggota yang memiliki keahlian dan pengalamaman dibidangnya. Fungsi kepemimpinan didalam tim sebaiknya dilihat dari kompetensi seseorang, bukan berasal dari titel, otoritas dan senioritas. Ada tipe pemimpin yang suka menyimpan kesalahan-kesalahan masa lalu bawahan atau sejawat, hendaknya para pendedam dihindari dalam jalur komando.

7. REVIEW KERJA DAN PROGRAM SECARA REGULER (nadzarotul ‘amal al istimroriyah)
Tim yang efektif harus selalu mengevaluasi fungsi dan proses yang sudah dilakukan secara reguler. Tim efektif mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalah dan membuat keputusan dengan baik.
Tim tidak efektif ketika: Pendapat orang lain kurang diterima. Kurang menerima umpan balik atas usulan terdahulu. Banyak bekerja, tetapi sedikit kesempatan untuk berfikir (jangan bekerja terus, sekali-kali duduk untuk berfikir dan mereview pekerjaan). Prosedur kerja sering monoton, membosankan. Tidak ada reviuw SOP untuk kegiatan, terutama kegiatan yang rutin.
Berikan waktu untuk mempertimbangkan segenap gagasan yang mengalir dan melihat kebelakang sejenak akan pekerjaan yang telah dilakukan.

8. PENGEMBANGAN INDIVIDU
Tim akan bekerja secara efektif jika selalu mengelola peningkatan penghargaan individu (individual self esteem). Kegiatan tim tidak hanya berfokus pada hasil tetapi juga pada proses dan isi.
Tim tidak efektif jika : Kesempatan anggota untuk berkembang kurang diciptakan. Program pengembangan anggota tidak dibuat atau diprogram dengan baik. Banyak tugas diluar kemampuan staff (under competency), sehingga hasilnya kurang sempurna. lebih parah jika yang pinter hanya atasan.
Keragaman latar belakang dan kemampuan anggota tim memberi warna kepada tim. Semakin besar keragaman yang ada ( keahlian, pengetahuan dan pengalaman ) akan semakin banyak tugas – tugas yang dapat ditangani.

9. HUBUNGAN ANTAR KELOMPOK (SOSIAL)
Tim akan efektif jika memiliki kemampuan untuk berhubungan dengan lingkungan, yaitu baik dengan para atasan (melobi) , dengan tim lain (sosialisasi dan share) dan lingkungan perusahaan (adaptasi). Kurang kerjasama dengan kelompok lain akan menyebabkan kerjasamanya kurang menggairahkan.
Jika komponen ini lemah, maka kerjasama dengan kelompok lain berantakkan dan gagal, sering tim hanya jago kandang. Ide dari luar tim tidak digunakan. Terlalu bangga dengan tim.

10. IKATAN HATI SECARA SINERGI
Tim akan efektif jika sesama anggotanya memiliki ikatan hati dengan baik, bahkan secara sinergi mempunyai tanggung jawab moral untuk saling menasehati dan mencapai keberhasilan bersama. Tim pada masa depan memiliki tumpuan utama pada kredibilitas moral anggotanya.
Tim tidak efektif jika mereka saling menjatuhkan. Tidak adanya ikatan hati (moral) dan sifat saling membantu secara sinergi dalam berbagai hal.

Sabtu, 15 Mei 2010

Meraih Jiwa yang sejahtera dan Bahagia.

Jiwa yang bahagia menggambarkan seberapa positif seseorang menghayati dan menjalani fungsi fungsi psikologisnya. Peneliti psychological well-being, Ryff (1995) menyatakan, seseorang yang jiwanya sejahtera tidak sekadar bebas dari tekanan atau masalah mental yang lain. Lebih dari itu, ia juga memiliki penilaian positif terhadap dirinya dan mampu bertindak secara otonomi, serta tidak mudah hanyut oleh pengaruh lingkungan
ADAKAH manusia yang tak ingin bahagia? Andaikan pun ada, pasti sangat sulit ditemukan. Bahkan, ketika menyaksikan sepenggal kisah kehidupan manusia dalam film yang notabene sengaja dibuat, penonton berharap adegan happy ending, yakni akhir cerita bahagia. Sebagian orang menganggap kebahagiaan bersifat relatif, sehingga ukuran bahagia bagi setiap orang berbeda satu sama lain. Kebutuhan uang mendorong orang bertekun mencari dan memperolehnya. Berbagai cara pun ditempuh, termasuk korupsi. Setelah memenuhi seluruh kebutuhannya, dapatkah yang bersangkutan disebut bahagia? Bayangkanlah suatu keadaan saat Anda tidak dipenuhi berbagai tugas,kewajiban, dan tanggung jawab. Tidak ada tagihan-tagihan, tidak ada rencana berlibur atau membeli sesuatu yang cukup mahal, tidak ada target yang mengejar. Juga tidak ada jadwal rapat yang padat atau deretan daftar janji, dan sebagainya. Apabila dibandingkan dengan keadaan ketika semua itu memenuhi keseharian Anda, manakah yang paling membahagiakan? Wajar jika Anda kesulitan menentukan pilihan.
Sebab bahagia itu relatif dan tidak terukur.
Keadaan bahagia sering kali diasosiasikan dengan puas. Kendati kedua hal itu memiliki ukuran yang sangat berbeda. Tak jarang orang menyatakan dirinya berbahagia pada saat ia merasa puas telah memperoleh apa yang diinginkannya. Bahagia yang dimaknai sebagai kepuasan memang bersifat relatif. Puas bagi seseorang belum tentu dapat diukurkan bagi orang lain. Ada yang sudah puas memiliki sepuluh keping, tapi yang lain belum.
Sebaliknya, bahagia yang sejati justru dapat diterima oleh semua orang. Indikasi kunci dari perasaan bahagia adalah kesejahteraan psikis (psychological well-being).
Kebahagiaan seseorang mempengaruhi sekelilingnya secara positif karena orang yang bahagia memancarkan energi positif. Sedangkan puas tidak mempunyai makna sedalam itu. Sebab perasaan puas lekas surut, kemudian muncul kembali tuntutan pemuasan terhadap rasa tidak puas yang lain. Begitu seterusnya, lingkaran puas-tidak puas itu berputar. Puas berarti terpenuhinya kebutuhan pada level tertentu, padahal kebutuhan manusia terus meningkat, sehingga puas tidak pernah benar-benar tercapai. Puas berorientasi pada hasil, sedangkan bahagia adalah proses mengisi hidup secara bermakna. Bahagia mengandung makna kenikmatan tertinggi, dibandingkan dengan puas yang cenderung berupa kenikmatan temporer dan fluktuatif. Ambil contoh perilaku makan. Hal biasa yang dilakukan orang terkait kebutuhan primer. Ketika merasa lapar, orang segera menyantap makanan yang tersedia dengan lahap, lalu merasa kenyang. Nikmat dan nyaman sesaat terlepas dari lapar merupakan satu bentuk
kepuasan.

Berbeda ketika pertama-tama orang mensyukuri makanan yang terhidang di hadapannya. Selanjutnya ia mulai mengunyah perlahan-lahan, sembari merasakan sensasi dari setiap rasa yang menyentuh rongga mulut, lidah, tenggorokan, bahkan seolah-olah merasakan perjalanan makanan di ruang lambung. Kenikmatan menyentuh seluruh indra hingga ke perasaan, sehingga setiap kali memperoleh makanan, orang ingin mengulang sensasi tersebut. Cara ini mengubah makna makan lebih dari sekadar mengisi perut dan merasa kenyang.
Nikmatnya tidak terletak pada variasi menu makanan, rasa atau banyaknya makanan yang tersedia. Namun lebih pada saat berlangsungnya proses makan itu sendiri. Cara menyantap dan menikmati sensasi di seluruh raga dan rasa, menghadirkan perasaan puncak yang tak tertandingi. Bahkan, oleh harga makanan maupun rasa kenyang. Demikianlah kira-kira keadaan ini beranalogi dengan bahagia. Kebahagiaan dapat mempengaruhi lingkungan.
Pernahkah kita yang sedang tidak lapar tiba-tiba tergiur untuk menikmati makanan yang tengah disantap seseorang di dekat kita? Sebabnya bukan karena kita tahu makanan itu enak atau mengenyangkan, tapi orang yang sedang makan itu tampak sangat menikmati. Rasa kenyang seseorang tidak dapat dinikmati orang lain. Namun kenikmatan yang tertangkap pada orang yang bersantap menggugah orang-orang di sekelilingnya. Cara berbahagia adalah upaya meraih kebahagiaan. Bahagia berarti mencapai kesejahteraan psikis pada setiap kondisi dan situasi.
Hidup tidak hanya hitam dan putih, namun dipenuhi beragam warna. Berbagai
situasi dan kondisi hidup, entah itu senang, susah, biasa-biasa, rutin, monoton, semua harus bisa dan berani dihadapi. Berpijak pada uraian-uraian sebelumnya, paradigma, dan pemahaman bahagia, merupakan langkah untuk memiliki bahagia.
Pertama, bahagia bukan tujuan, tapi proses. Adalah sia-sia jika seseorang menempatkan bahagia di ujung harapan, lalu berangan menggapainya. Upaya ini rentan mendekatkan manusia pada kondisi depresi. Bahagia ada di dalam proses hidup, apa pun tujuan kepuasan
yang ingin dicapai. Dengan menikmati setiap gulir waktu, peristiwa, persoalan, pemecahan masalah, maka bahagia dengan sendirinya telah dimiliki. Pada saat orang mampu memberi makna positif pada setiap detail kehidupannya, maka ia memiliki bahagia. Makna positif itu adalah membiarkan seluruh diri melebur di dalam waktu. Melepaskan kecemasan dan ketakutan, membebaskan pikiran dari upaya-upaya pembelaan diri yang kaku. Merasakan denyut nadi, detak jantung, dan aliran darah, secara alamiah, hingga melonggarkan manusia dari pola- pola tidak sehat. Menyerahkan jiwa sepenuhnya pada proses kehidupan yang tengah bergulir atau dengan kata lain pasrah. Kedua, bahagia memiliki kekuatan resonansi. Kebahagiaan yang dimiliki seseorang akan dapat menggetarkan sekelilingnya, sehingga orang lain turut merasakannya dan memiliki bahagia. Cara kita menikmati proses demi proses kehidupan adalah inspirasi bagi orang lain. Berbuat sesuatu yang inspiratif seharusnya jauh dari perbuatan buruk, melanggar norma ataupun merugikan orang lain. Menginspirasikan nilai hidup positif bagi orang lain adalah kebahagiaan. Apabila kebahagiaan
seseorang menimbulkan prasangka buruk di dalam lingkungannya tentu saja nilai kepuasan akan hilang. Namun proses yang dibiarkan mengalir didasari niat tulus dan jiwa tenang beralaskan prinsip adalah bahagia yang menetap, waktulah yang bertugas menjawabnya.

Ketiga, keadaan bahagia bukannya tanpa kesulitan hidup. Keliru besar jika seseorang ingin memiliki bahagia dengan cara menjauhi masalah masalah kehidupan. Justru kebahagiaan menyusup, ketika dengan berani, pribadi matang, pengendalian diri, dan dengan bijak, orang menghadapi persoalan hidup. Barangkali ada yang bertanya, bagaimana mungkin saya berbahagia pada saat orang yang sangat saya kasihi pergi meninggalkan saya untuk selama-lamanya? Kenapa tidak mungkin? Ketika Anda menangis, bersedih, meratap, pasti Anda tahu bahwa ada kondisi kebalikannya. Menyadari betapa beruntungnya Anda pernah memiliki saat- saat indah bersamanya, merupakan proses bahwa Anda bahagia memiliki semua, baik di saat senang maupun saat susah. Keempat, materi bukan ukuran kebahagiaan. Jika bahagia semata materi, maka depresi pun mengintai jiwa manusia. Orang akan terjebak pada lingkaran puas-tidak puas. Bahagia adalah perasaan cinta yang dibiasakan dan dipilih setiap orang, sehingga mencari cara untuk berbahagia dengan memiliki seluruh dunia adalah sia-sia. Bahagia bukan hal yang relatif, namun adalah karakter yang dibangun dari kebiasaan orang dalam proses mengisi hidup agar sungguh-sungguh bermakna. Menikmati hidup dengan tidak memusatkannya pada situasi dan kondisi yang baik atau buruk. Setiap orang bebas memilih untuk mau berbahagia atau tidak. Apabila orang sungguh-sungguh ingin berbahagia maka ia tahu bahagia sudah dimilikinya.

MEMBANGUN POLA PIKIR DENGAN PEMROGRAMAN PIKIRAN (MINDSET)

Setiap kita adalah orang sukses, kita sukses mencapai keberhasilan atau sukses mencapai kegagalan, itu yang membedakannya. Sukses dan gagal terkadang hanya dibedakan oleh sebuah garis tipis.
• Orang sukses senantiasa berusaha menjadi bukti, sedangkan orang gagal senantiasa menunggu bukti
• Orang sukses senantiasa optimis dengan melihat peluang dalam masalah sedangkan orang gagal senantiasa melihat masalah dalam setiap peluang
• Orang sukses senantiasa berkata sulit tapi bias sedangkan orang gagal senantiasa berkata bias tapi sulit
• Orang sukses berkeyakinan lebih baik mencoba lalu gagal dari pada tidak pernah gagal karena tiak pernah mencoba.
• Orang sukses tahu apa yang dia tahu dan tahu apa yang tidak tahu sehingga dapat belajar untuk menjadi tahu. Sedangkan orang gagal tidak tahu apa yang dia tahu sehingga selalu lupa bahwa dia sebenarnya pernah tahu dan tidak tahu apa yang dia tidak ketahui sehingga tidak mampu memperbaiki diri karena merasa tahu apa yang sebenarnya dia tidak ketahui.
• Orang sukses senantisa bangun kembali ketika gagal dan mencoba kembali dengan cara yang lebih cerdas, sedangkan orang gagal senantisa menyerah setiap kali jatuh dan mencari pihak lain sebagai kambing hitam kegagalannya tanpa melakukan evaluasi diri.
Karakter pemenang dan pecundang ternyata dibentuk oleh pola pikir (Mindset) , semua diawali dari bagaimana kita berpikir yang kemudian bagaimana kita berkata lalu bagaimana kita berperilaku.
CHANGE YOUR BELIEFS AND YOU CHANGE YOUR DESTINY - STERLING W. SILL
Sebelum kita masuk pada pembentukan pola pikir (Mindset) mari kita pahami dulu apa itu mindset. Mindset adalah kepercayaan - kepercayaan yang memengaruhi sikap seseorang yang berikutnya menentukan perilaku dan pandangan, sikap serta masa depan seseorang.
Dengan demikian kalau kita mau merubah mindset maka kita harus merubah belief atau kumpulan kepercayaan kita.
Menurut filosofi Transformational Thinking, manusia terdiri atas tiga system yaitu sistem perilaku (Behaviour system), Sistem Berpikir (Thinking System) dan Sistem Kepercayaan (Belief System).
Sistem perilaku (Behaviour system) adalah cara kita berinteraksi dengan dunia luar, juga interaksi dengan realitas. Sehingga perilaku akan memengaruhi pengalaman, dan pengalaman akan memengaruhi system berpikir.
Sistem Berpikir (Thinking System) berlaku sebagai filterdua arah yang menerjemahkan berbagai kejadian atau pengalaman yang kita alami menjadi suatu kepercayaan, yang selanjutnya kepercayaan akan mempebgaruhi tindakan kita sehingga menciptakan realitas kita.
Sistem Kepercayaan (Belief System) inti segala sesutau yang kita yakini sebagai realitas, kebenaran, nilai hidup, dan yang kita tahu tentang dunia ini.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan sesorang sulit berubah
1. Merasa tidak punya masalah
2. Mau berubah tapi tidak tahu caranya
3. Tidak mau berubah walau tahu caranya
4. Takut perubahan akan membawa dampak negative
5. Tidak mau merubah bilief yang kurang tepat atau salah.
Bagaimana belief bisa terbentuk dari salah satu cara dbawah ini.

Sebelumnya kita perlu mengenal teori pikiran. Seperti kita tahu kita punya dua macam pikiran, yaitu pikiran sadar dan tidak sadar.

Pikiran sadar memiliki empat fungsi spesifik yaitu:
1. Mengidentifikasi informasi yang masuk (diterima lewat panca indra (penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecap, sentuhan)
2. Membandingkan (informasi yang masuk dibandingkan dengan database (referensi, pengalaman, dan segala informasi yang ada di pikiran bawah sadar)
3. Menganalisis
4. Memutuskan
Pikiran Bawah Sadar memilki fungsi/ menyimpan hal-hal sebagai berikut:
1. Kebiasaan baik, buruk maupun reflek.
2. Emosi (Bagaimanakita mengenai keadaan, hal-hal tertentu atau terhadap orang lain.
3. Memori nJangka panjang
4. Kepribadian
5. Intuisi ( Perasaan mengetahui sesuatu secara instingtif)
6. Kreatifitas
7. Persepsi (melihat dunia berdasar sudut pandang kita)
8. Belief (sesuatu yang kita yakini sebagai hal yang benar.
Ada 5 filter cara untuk masuk ke pikiran bawah sadar sehingga terbentuklah pola pikir
Yaitu :
1. REPETISI
Suatu informasi yang diulang-ulang capat atau lambat bila kita tidak hati-hati dan sadar akan kita temui sebagi kebenaran. Repetisi dapat menembus filter mental yang ada dipikiran sadar yang berikutnya masuk pada pikiran bawah sadar. Dalam berbagai seminar kita diajarkan untuk mengucapkan afirmasi yang dibaca berulang-ulang pagi, siang dan malam dengan harapan afirmasi masuk kedalam pikiran bawah sadar.
Contoh afirmasi “ Saya adalah orang beruntung dan akan bertemu dengan orang yang membawa keberuntungan. Dan apapun yang terjadi hari ini adalah tanda-tanda keberuntunganku”.
2. IDENTIFIKASI KELOMPOK ATAU KELUARGA
Hal-hal yang dipercayai keluarga atau kelompok kita lambat laun akan masuk kedalam diri kita dan berikutnya kita adopsi sebagai belief kita.

3. IDE YANG DISAMPAIKAN FIGUR YANG DIPANDANG MEMILIKI OTORITAS
Hati-hati terhadap figure otoritas, seperti bintang film, dokter, pembicara publik atau siapa saja yang dipandang pakar. Apa yang disampaikan mereka cenderung masuk ke pikiran bawah sadar dan diterima sebagai kebenaran.
4. EMOSI YANG INTENS
Sebuah pengalaman yang dialami dengan emosi yan g intens akan sangat mudah menjadi belief yang kuat.
Contoh seorang anak yang senantisa melihat ayah dan ibunya sering ribut dan bertengkar soal uang , akan percaya uang sebagai sumber keributan keluarga, ,maka anak tersebut tumbuh dengan belief yang menghambat dirinya dibidang financial.
5. KONDISI ALFA (HIPNOSIS)
Apa yang masuk dalam otak bawah sadar melalui sugesti akan diterima sepenuhnya sebagai suatu kebenaran.

Tolak Kedatangan JK ke Palembang

Sriwijaya Post - Sabtu, 13 Desember 2008 07:39 WIB

PALEMBANG, SRIPO — Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), menegaskan bahwa krisis yang melanda Indonesia sebetulnya telah berakhir 4-5 tahun yang lalu. Hal itu ditandai pertumbuhan Indonesia yang mengalami peningkatan dan adanya perbaikan mendasar dalam 10 tahun lalu sejak krisis terjadi.

Bila kondisi seperti saat ini berjalan, diperkirakan pada tahun 2010-2011 Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lain. Pada waktu itu diperkirakan pertumbuhan Indonesia mencapai 8-9 persen. Sedangkan saat ini pertumbuhan Indonesia sekitar 6 persen saja.

Dengan semakin baiknya keadaan ekonomi, maka semakin terangkat pula martabat Indonesia di dunia internasional. Alasannya untuk menjadi negara yang

bermartabat, sebuah negara dilihat ekonomi bangsanya sebagai muara dari setiap unsur yang mengangkat martabat sebuah negara. Dengan kata lain maju-mundurnya sebuah negara diukur dari kemampuan bangsa.

JK menyampaikan hal itu ketika membuka secara resmi Silahturahmi Kerja Nasional (Silaknas) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Tahun 2008 di Hotel Arya Duta Palembang, Jumat (12/12) sore.

Dua Peristiwa Besar

Peresmian pembukaan Silaknas tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh JK sebanyak dua dan tiga kali (sesuai dengan nomor urut Golkar dalam Pemilu 2009 mendatang, Red). Selain itu ditandai dengan penyerahan kartu anggota ICMI dari Ketua Presidium ICMI Hatta Rajasa kepada Gubernur Sumsel Alex Noerdin.

Ditegaskan JK, meski sudah berakhir tetapi anggaran negara saat ini masih terasa berat karena masih ada beban subsidi yang harus ditanggung oleh negara. Namun beberapa waktu kedepan subsidi akan semakin mengecil. Dengan demikian anggaran bisa difokuskan untuk pembangunan infrastruktur.

Sementara Ketua Presidium ICMI Hatta Rajasa, Silaknas tahun 2008 dinilai sangat memiliki arti khusus. Hal tersebut karena bertepatan dengan dua peristiwa besar yang sedang terjadi di tataran global maupun di Indonesia.

Peristiwa yang dimaksud adalah, krisis keuangan global yang berpengaruh pada sendi kehidupan masarakat dan juga terkait dengan semakin dekatnya Pemilu dan Pilpres tahun 2009 mendatang. “Dua peristiwa penting itu perlu dicermati,” kata Hatta

Namun demikian ditegaskan Hatta, silaknas kali ini belum membicarakan masalah capres. Silaknas kali ini khusus membicarakan masalah arsitektur bangunan ekonomi Indonesia kedepan. “Masalah ekonomi menjadi pemikiran kritis bagi ICMI,” ujar Hatta.

Demo Mahasiswa

Sementara itu belasan mahasiswa dari Unsri, UMP dan PGRI menggelar aksi unjukrasa di Bundaran Air Mancur, Palembang. Aksi tersebut digelar untuk menolak kedatangan Wapres Jusuf Kalla di Palembang untuk membuka Silaknas ICMI.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 09.30 tersebut hanya diisi orasi oleh mahasiswa secara bergantian. Selain itu mahasiswa membagikan selebaran kepada pengendara yang melintas di sekitar kawasan Bundaran Air Mancur.

Target mahasiswa tersebut sebenarnya melakukan aksi untuk menolak kedatangan Presiden SBY yang dijadwalkan ke Palembang untuk membuka acara Silaknas ICMI. Namun karena diwakilkan kepada Wapres JK, demo pun digelar untuk menyambut Jusuf Kalla.

“Baik SBY maupun Jusuf Kalla patut ditolak kedatangannya, karena kebijakan keduanya tidak berpihak pada masyarakat. Keduanya gagal memimpin Indonesia,” ujar Presma Unsri Febriansyah yang ditemui di tengah aksi.

Lebih spesifik Febri menyebutkan bahwa SBY-JK gagal dibidang ekonomi. Indikasinya harga-harga kebutuhan masyarakat masih tinggi sehingga menimbulkan beban bagi masyarakat. Meski ada kebijakan menurunkan harga premium namun dinilai tidak terlalu signifikan.

Disisi lain Koordinator Aksi Syahril Romadhon menilai tidak seharusnya masyarakat dijadikan komoditas politik. Indikasinya penurunan harga BBM dinilai sebagai upaya mendongkrak popularitas SBY-JK saja. Tetapi pada dasarnya masih banyak hal-hal yang harus dipikirkan oleh SBY-JK tanpa melibatkan kepentingan untuk Pemilu 2009.

BEM Unsri bentuk BHP Center

Universitas Sriwijaya (Unsri) me-launching Badan Hukum Pendidikan (BHP) Centre sebagai pusat kontrol menuju pelaksanaan UU BHP. Aksi launching yang dipusatkan di terminal bus mahasiswa Unsri Kampus Indralaya Selasa (10/02) lalu dipimpin langsung Pembantu Rektor (PR) III Bidang Kemahasiswaan Unsri Anis Saggaf.

Presiden Mahasiswa (Presma) Unsri Febriansyah mengatakan, aksi diikuti sedikitnya 50 orang dari komponen mahasiswa BEM Universitas, BEM Fakultas, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa).
Dalam agendanya, aksi digelar bukan sebagai pernyataan menolak atau menerima Undang-undang (UU) BHP, melainkan BHP Centre merupakan pusat data dan wadah bagi mahasiswa untuk mengkaji lebih dalam esensi UU BHP. Aksi launching ditandai dengan pembagian UU BHP kepada seluruh mahasiswa Unsri. “Sebagai bentuk sosialisasi UU BHP,kami menggelar sejumlah orasi, baik yang disampaikan mahasiswa ataupun perwakilan rektorat Unsri,” ujarnya.

Menurut Febri, dalam kurun waktu 5–6 tahun ke depan, BHP Centre akan menjadi pusat kontrol bagi Unsri menuju pelaksanaan UU BHP. Dalam hal ini, BHP Centre membahas secara berkelanjutan setiap pasal yang tercantum dalam UU BHP. Dalam prosesnya, jika ke depan ditemukan pasal-pasal yang dinilai tidak berpihak kepada mahasiswa, pihaknya akan melakukan judisial review atau draf tawaran ulang untuk memperbaiki pasal yang dianggap bertentangan.

“Semua pertanyaan mahasiswa seputar BHP akan dijawab melalui BHP Centre. Apabila ditemukan hal-hal yang kurang berpihak kepada mahasiswa, BEM se-Indonesia sepakat melakukan uji materi dan usulan perbaikan kepada pihak yang berwenang,” papar Febriansyah. Agar BHP Centre berjalan efektif dan efisien, pihaknya membuka posko-posko perwakilan BHP Centre di setiap fakultas.

Dijadwalkan minimal seminggu sekali BHP Centre menggelar road show ke setiap fakultas. Selain untuk menyosialisasikan UU BHP, road show merupakan ajang diskusi dan sharing setiap mahasiswa terkait penerapan UU BHP, khususnya di Unsri. Bahkan, dalam waktu dekat, BHP Centre akan menggelar dialog nasional seputar BHP.

PR III Bidang Kemahasiswaan Unsri Anis Sagaff mengungkapkan, pihaknya menyambut baik pembukaan BHP Centre. Mengingat, UU BHP disahkan DPR perlu dikaji dan dipahami.Dengan demikian, para mahasiswa tidak hanya mengetahui UU BHP hanya sebatas kulit luarnya, tetapi dapat menilai dan memahami secara komprehensif.

“Saya rasa ini sebuah prakarsa yang bagus dari mahasiswa. Hal ini tidak hanya menunjukkan sisi intelektualitas, tetapi sisi kedewasaan. Untuk itu, kami rektorat mendukung penuh secara moril,”ujarnya. Anis mengungkapkan, sebelum Unsri, beberapa universitas dan perguruan tinggi (PT) lain di Indonesia telah lebih dulu membuka BHP Centre.

Di antaranya,Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). “Kami harap, setelah Unsri, pembukaan BHP Centre diikuti PT lain. Dengan adanya pengkajian UU BHP,para mahasiswa dapat memiliki landasan ilmiah dalam menyikapinya,” pungkasnya. (febria astuti/SINDO)

Mahasiswa Unsri Galang bantuan untuk Palestina

Sriwijaya Post - Jumat, 16 Januari 2009 12:43 WIB

PALEMBANG, JUMAT - Mahasiswa Unsri yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsri kembali turun ke jalanan menggalang dana bantuan untuk rakyat Palestina. Penggalangan kali ini adalah yang kedua kali. Sehari sebelumnya mahasiswa Unsri sudah menggalang bantuan dana dari lingkungan kampus Unsri di Inderalaya.

Presma Unsri Febriansyah yang dihubungi Jumat (16/1) mengatakan, hari kedua mahasiswa akan memfokuskan penggalangan dana dari masyarakat umum. "Kami bergerak disekitar timbangan KM 32 Jl Palembang-Inderalaya dan juga pasar disekitar lokasi tersebut," kata Febri.

Sementara dalam aksi pertama kemarin, BEM Unsri berhasil menggalang dana dari para mahasiswa sekitar Rp 2,1 juta. Dana tersebut akan digabung dengan dana yang berhasil di himpun dari masyarakat umum. Diharapkan dana yang berhasil digalang dari masyarakat umum lebih besar dari yang berhasil digalang dari mahasiswa di Unsri.

"Kami akan salurkan dana tersebut baik melalui MER-C atau melalui Komite Islam untuk Solidaritas Palestina (KISPA). Secepatnya bantuan tersebut akan disampaikan setelah terkumpul," katanya.

Dikatakan Febri bahwa penggalangan tersebut ditujukan untuk membantu rakyat Palestina. Mahasiswa tetap mengecam serangan Israel kepada Palestina. Terlebih lagi Israel menutup akses untuk bantuan kemanusiaan dari negara-negara yang bersimpati.

Mahasiswa Sumsel minta dukungan DPRD tolak UU BHP

Sejumlah delegasi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) perguruan tinggi di Sumatera Selatan (Sumsel) kemarin mendatangi Gedung DPRD Sumsel. Mereka berasal dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Fatah (RF) Palembang, dan Universitas PGRI Palembang. Kedatangan para delegasi ini masih terkait dengan sikap penolakan mahasiswa terhadap Undang-Undang (UU) Badan Hukum Pendidikan (BHP) yang cenderung mengarah pada komersialisasi dan privatisasi pendidikan.

Awalnya, para delegasi ini sempat kecewa karena saat ingin ditemui, tidak satu pun perwakilan Komisi IV Bidang Pendidikan DPRD Provinsi Sumsel yang berada di tempat. Namun,akhirnya mereka diterima langsung dua Wakil Ketua DPRD Sumsel, yakni Bihaqqi Soefyan dan Fatimah Rais.

Presiden Mahasiswa (Presma) Unsri Febriansyah menuturkan, dalam hal ini, pihaknya ingin meminta dukungan DPRD Sumsel untuk turut menolak penerapan UU BHP. Menurut dia, dengan diberlakukannya BHP, pemerintah telah mengurangi derajat tanggung jawab terhadap pendidikan.

Febriansyah menyebutkan, dengan hanya menanggung 1/3 dari biaya operasional di perguruan tinggi (PT), kampus akan menyerap dana yang sebesar-besarnya dari mahasiswa. Hal ini pada akhirnya akan semakin mempersempit akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.

”Dalam hal ini, UU BHP akan diturunkan dalam bentuk peraturan pemerintah (PP) untuk tataran operasional dan teknis.Jika di daerahdaerah tidak ada gerakan penolakan, PP tersebut akan diterbitkan begitu saja,” ujar dia.

Namun, jika di daerah terjadi pergolakan atau sejumlah aksi penolakan, PP tersebut minimal akan disesuaikan dengan tuntutan-tuntutan yang ada dalam masyarakat. Untuk Unsri, hingga kini dinilai masih belum siap menerapkan UU BHP, khususnya terkait masalah dana.

Salah satunya, ujar Febriansyah, bisa dilihat dari penyaluran dana beasiswa yang masih bermasalah. Pada salah satu poin UU BHP, di sebutkan bahwa 20% biaya pendidikan dari mahasiswa tidak mampu akan dibiayai melalui beasiswa.

”Tetapi, kami justru mengkhawatirkan ketika BHP diberlakukan dan dana 20% tersebut telah diatur,hal ini justru akan menjadi peluang korupsi,” tandasnya.

Dia mengungkapkan, hingga kini mahasiswa Sumsel tetap berkomitmen menolak BHP. Jika upaya melalui delegasi seperti ini tidak menemukan keputusan yang bijaksana, mahasiswa mengancam melakukan aksi bersama keluar kampus secara besar-besaran.

Sementara itu,Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel Bihaqqi Soefyan menuturkan, aksi penolakan mahasiswa terhadap UU BHP merupakan bentuk perhatian mereka bagi terselenggaranya pendidikan murah di Indonesia. Untuk itu, DPRD mendukung aksi penolakan tersebut.

Dalam hal ini, pihaknya telah mengirimkan faks tuntutan mahasiswa yang dilampiri surat resmi dari pimpinan daerah kepada pemerintah pusat cq Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dan DPR RI. Namun, lanjut dia, pada umumnya setiap UU yang telah disahkan akan sulit dibatalkan. Tetapi , dia berharap PP yang akan diturunkan nanti lebih berpihak kepada rakyat.

” Kami harap ke depan pemerintah dapat memberikan kebijakan yang lebih proporsional, dengan melihat dan mempertimbangkan kondisi dan kemampuan masyarakat saat ini,” ujarnya. (febria astuti)
***Harian Sindo

Mahasiswa Desak Rekrut ulang anggota KPUD Sumsel

Sriwijaya Post - Jumat, 12 Desember 2008 11:56 WIB

PALEMBANG, JUMAT - Kisruh rekrutmen calon anggota KPU kabupaten/kota di Sumsel yang berkelanjutan ditanggapi mahasiswa di Palembang. Mahasiswa ingin agar KPU Prov Sumsel tetap berada pada jalur independen. Demikian pula untuk KPU kabupaten/kota yang direkrut.

Hal itu ditegaskan oleh Presma Unsri Febriansyah ketika ditemui disela aksi Tolak Kedatangan JK di Palembang, di Bundaran Air Mancur.

Menurut Febri, kisruh yang berkepanjangan semakin menguatkan adanya indikasi kepentingan pihak-pihak tertentu dengan keanggotan KPU kabupaten/kota. "Tentunya mereka ingin menempatkan orang-orangnya di keanggotaan KPU kabupaten/kota untuk mengakomodir kepentingan mereka," ujar Febri.

Atas kisruh yang belum tahu kapan berakhirnya sementara tahapan Pemilu 2009 semakin dekat, maka sebaiknya diadakan rekrutmen ulang calon anggota KPU kabupaten/kota. "Ini semata-mata untuk menghindari kepentingan pihak tertentu dan menjaga agar KPU kabupaten/kota tetap netral," tegas Febri.
Soegeng Haryadi

Mahasiswa Unsri tolak pengesahan UU BHP

Sriwijaya Post - Kamis, 18 Desember 2008 17:46 WIB

INDERALAYA, KAMIS – Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sriwijaya (Unsri) Inderalaya Kabupaten Ogan Ilir (OI) menggelar aksi Demo damai tentang penolakan pengesahan RUU Badan Hukum Pendidikan (BHP) dengan berjalan kaki berkeliling di lingkungan Unsri mengajak mahasiswa lainnya untuk bergabung yang berada di setiap fakultasnya masing-masing Kamis (18/12) pagi menjelang siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Aksi mahasiswa yang berjalan tertib tersebut menyuarakan aspirasi Mahasiswa Unsri yang menolak keras RUU BHP yang dalam waktu dekat akan di sahkan Pemerintah, oleh sebab itu menurut para Mahasiswa tadi menjelaskan bahwa di dalam RUU BHP, Pemerintah terkesan ingin mereposisi perannya yang sudah baku di UUD 1945 pasal 31 dengan melepas tanggung jawab atas penaganan pendidikan dasar yang gratis dan bermutu. Sehingga dengan sejumlah legilitasnya ke depan akan tampak di hadapan mata sejulah model privatisasi pendidikan, baik yang nyata maupun terselubung.

"Intinya RUU yang di anut BHP adalah melepas PTN dari intervensi pemerintah, ujung-ujungnya, tidak ada perbedaan antara PTN dan Swasta, oleh karena itu kami yang tergabung dalam lembaga pendidikan Mahasiswa Indonesia yaitu BEM Unsri menyatakan sikap bahwa menolak dengan tegas pengesahan RUU BHP menjadi UU BHP, dan menolak penerapan BHP di dalam kampus Unsri karena itu semua adalah bagian dari upaya Privatisasi pendidikan, mendesak pemerintah untuk tetap bertanggung jawab terhadap pendidikan rakyat Indonesia sebagaimana yang telah di amanatkan UUD 1945 " ujar Presiden Mahasiswa Unsri, Febriansyah.
Bowo Leksono

Konferensi BEM SI usung tiga isu: Pendidikan, Korupsi, Pemilu 2009

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Konferensi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) yang berakhir Senin (29-12) di Wisma Semergo, Bandar Lampung, mengusung tiga persoalan penting yang akan dikawal pada 2009.

Konferensi yang diikuti 40 BEM itu, kata Presiden Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga koordinator BEM seluruh Indonesia, Wahyu, akan mengambil peran dalam tiga hal itu.

Yakni, gerakan berantas politisi korup, penyikapan terhadap UU Badan Hukum Pendidikan dan Pemilu 2009. BEM-SI segera melakukan kajian komprehensif.

"Pemerintah tidak boleh berlepas diri dari tanggung jawab menyelenggarakan pendidikan bagi seluruh masyarakat, tanpa membedakan status ekonomi. Bila ini terjadi, pemerintah telah secara nyata melanggar amanat UUD 1945," kata Aris, presiden BEM Unila.

Oleh karena itu, BEM seluruh Indonesia akan terus mengawal UU BHP dengan menggelar berbagai kegiatan di perguruan tinggi masing-masing. Setiap BEM akan mengadakan kajian, membuka BHP center dan mengambil langkah-langkah nyata terhadap UU tersebut.

Presiden BEM Universitas Sriwijaya, Febri, mengatakan akan mengkaji UU tersebut. "Kami juga membuka BHP center untuk menghimpun dan merespons segala masukan tentang UU BHP," kata Febri.

Untuk mengawal pemilu, pihaknya akan terus mengadakan pengawasan terhadap politik uang yang mungkin dilakukan oleh oknum tertentu. Selain itu, mahasiswa juga akan mengawal penghitungan suara, serta memberikan pendidikan kepada para pemilih agar tidak memilih politisi korup. Hal itu agar para pemilih pemula tidak salah pilih dalam Pemilu 2009 mendatang.

Sedang untuk pemberantasan korupsi, BEM seluruh Indonesia sepakat untuk mengadakan aksi serentak di masing-masing kampus pada 14 Januari mendatang. Aksi tersebut diberi nama Gebrak atau Gerakan Berantas Politik Korup.

Aris mengatakan untuk BEM di luar Jabotabek, akan mengadakan aksi ke Kejaksaan Tinggi di daerah masing-masing untuk mengusut para politisi korup yang kembali mencalonkan diri dalam Pemilu 2009.

Sedang untuk BEM se-Jabotabek akan mendatangi KPK dan Kejaksaan. "Mereka juga melakukan aksi yang sama, meminta KPK dan kejaksaan untuk mengusut para politisi busuk, kandidat yang bermasalah dan korup yang kembali mencalonkan diri agar kasusnya segera diproses secara hukum," kata dia.

Konferensi BEM-SI berakhir kemarin, sebelum kembali ke daerah masing-masing para pengurus BEM diajak mengunjungi Lembah Hijau. n UNI/S-1